My Blog List

Thursday, October 20, 2011

Tanggung Jawab Seorang Pemimpin....


Tanggung jawab  seorang pemimpin

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Ibn umar r.a berkata : saya telah mendengar rasulullah saw bersabda : setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara akan diminta pertanggungjawaban  perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang isteri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggungjawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) darihal hal yang dipimpinnya. (buchary, muslim)

Buat Renungan diri ini dan sahabat-sahabat pimpinan semuanya....

Penjelasan:

         Pada dasarnya, hadis di atas berbicara tentang etika kepemimpinan dalam islam. Dalam hadis ini dijelaskan bahwa etika paling pokok dalam kepemimpinan adalah tanggun jawab. Semua orang yang hidup di muka bumi ini disebut sebagai pemimpin. Karenanya, sebagai pemimpin, mereka semua memikul tanggung jawab, sekurang-kurangnya terhadap dirinya sendiri. Seorang suami bertanggung jawab atas istrinya, seorang bapak bertangung jawab kepada anak-anaknya, seorang majikan betanggung jawab kepada pekerjanya, seorang atasan bertanggung jawab kepada bawahannya, dan seorang presiden, bupati, gubernur bertanggung jawab kepada rakyat yang dipimpinnya, dst.

        Akan tetapi, tanggung jawab di sini bukan semata-mata bermakna melaksanakan tugas lalu setelah itu selesai dan tidak menyisakan dampak (atsar) bagi yang dipimpin. Melainkan lebih dari itu, yang dimaksud tanggung jawab di sini adalah lebih berarti upaya seorang pemimpin untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pihak yang dipimpin. Karena kata ra ‘asendiri secara bahasa bermakna gembala dan kata ra-‘inberarti pengembala. Ibarat pengembala, ia harus merawat, memberi makan dan mencarikan tempat berteduh binatang gembalanya. Singkatnya, seorang penggembala bertanggung jawab untuk mensejahterakan binatang gembalanya.

       Tapi cerita gembala hanyalah sebuah tamsil, dan manusia tentu berbeda dengan binatang, sehingga menggembala manusia tidak sama dengan menggembala binatang. Anugerah akal budi yang diberikan allah kepada manusia merupakan kelebihan tersendiri bagi manusia untuk mengembalakan dirinya sendiri, tanpa harus mengantungkan hidupnya kepada penggembala lain. Karenanya, pertama-tama yang disampaikan oleh hadis di atas adalah bahwa setiap manusia adalah pemimpin yang bertanggung jawab atas kesejahteraan dirinya sendiri. Atau denga kata lain, seseorang mesti bertanggung jawab untuk mencari makan atau menghidupi dirinya sendiri, tanpa mengantungkan hidupnya kepada orang lain

   Dengan demikian, karena hakekat kepemimpinan adalah tanggung jawab dan wujud tanggung jawab adalah kesejahteraan, maka bila orang tua hanya sekedar memberi makan anak-anaknya tetapi tidak memenuhi standar gizi serta kebutuhan pendidikannya tidak dipenuhi, maka hal itu masih jauh dari makna tanggung jawab yang sebenarnya. Demikian pula bila seorang majikan memberikan gaji prt (pekerja rumah tangga)  di bawah standar ump (upah minimu provinsi), maka majikan tersebut belum bisa dikatakan bertanggung jawab. Begitu pula bila seorang pemimpin, katakanlah presiden, dalam memimpin negerinya hanya sebatas menjadi “pemerintah” saja, namun tidak ada upaya serius untuk mengangkat rakyatnya dari jurang kemiskinan menuju kesejahteraan, maka presiden tersebut belum bisa dikatakan telah bertanggung jawab. Karena tanggung jawab seorang presiden harus diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil dan kaum miskin, bukannya berpihak pada konglomerat dan teman-teman dekat. Oleh sebab itu, bila keadaan sebuah bangsa masih jauh dari standar kesejahteraan, maka tanggung jawab pemimpinnya masih perlu dipertanyakan.


Buat Bahan Bacaan Diri Dan Sahabat-Sahabat Pimpinan Semuanya.....

Catatan Daripada Pena Sanubari.......

Saturday, October 15, 2011

Wanita Solehah Pilihan Terbaik Calon Isteri


Cinta Hadir Tanpa Di Paksa, Cinta Bukan Untuk Di Halang Tapi Cinta Harus Di Kawal.....



Wanita Solehah Pilihan Terbaik Calon Isteri




RASULULLAH saw bersabda, yang bermaksud: “Dunia ini penuh perhiasan dan perhiasan paling indah ialah wanita solehah.” (Hadis riwayat Muslim).

Hadis ini menunjukkan betapa Islam memandang tinggi kedudukan wanita dalam kehidupan global.

Berdasarkan al-Quran, wanita digambarkan dengan tiga fungsi penting.

Pertama, wanita dianggap sebagai fitnah dan musuh andainya tidak dididik dan diasuh serta dibentuk menurut acuan Islam.

Kedua, wanita juga ujian bagi seseorang lelaki dalam menerajui bahtera kehidupan ke arah kebahagiaan.

Ketiga, wanita adalah anugerah Ilahi yang istimewa kepada lelaki yang mencari kemesraan dan kebahagiaan hidup.

Islam sebenarnya melahirkan ratusan personaliti wanita terbilang yang menjadi teladan kepada warga Muslimah dewasa ini.

Rasulullah bersabda yang bermaksud: “Ada empat wanita mulia yang juga penghulu segala wanita di dunia.

“Mereka ialah Asiah binti Muzahim, isteri Firaun; Maryam binti Imran, ibunda Isa; Khadijah binti Khuwailid, isteri Rasulullah saw dan Fatimah binti Muhammad,” (Riwayat Bukhari)

Asiah adalah simbol teladan bagi wanita beriman yang tetap mempertahankan keimanannya kepada Allah, meskipun hidup sebumbung bersama suaminya, Firaun yang tidak beriman kepada Allah.

Maryam pula simbol wanita dalam ibadatnya dan ketinggian darjat ketakwaannya kepada Allah serta mampu memelihara kesucian diri dan kehormatannya ketika mengabdikan dirinya kepada Allah.

Khadijah pula simbol isteri setia tanpa mengenal penat lelah mendampingi suaminya menegakkan panji-panji kebenaran Islam, berkorban jiwa dan harta bendanya serta rela menanggung pelbagai risiko dan cabaran dalam menyebarkan risalah Islam yang diamanahkan pada bahu Rasulullah.

Fatimah pula adalah simbol pelbagai dimensi wanita yang solehah; anak yang soleh dan taat kepada ayahnya; isteri yang setia kepada suaminya serta ibu yang bijaksana membesarkan putera puterinya. Malah, dialah panduan segala wanita dan juga seorang wanita mithali yang wajar dijadikan ikutan Muslimah.

Dalam memilih pasangan hidup, Islam menganjurkan setiap Muslim yang bakal melangkah alam perkahwinan agar berhati-hati.

Kriteria kesolehan isteri penting dalam kehidupan berkeluarga kerana sifat itu, selain dituntut Islam, juga bakal menjamin kerukunan dan kebahagiaan rumah tangga.

Dalam hal ini, Rasulullah bersabda maksudnya: “Janganlah kamu nikahi wanita kerana kecantikannya, kelak kecantikannya itu akan membinsakannya; janganlah kamu nikahi wanita kerana hartanya, boleh jadi hartanya akan menyebabkan kederhakaanmu; sebaliknya nikahilah wanita yang beragama.

“Sesungguhnya wanita yang tidak berhidung dan tuli tetapi beragama, itu adalah lebih baik bagimu.” (Riwayat Abdullah ibn Humaid).

Jelas di sini, aspek keagamaan dalam diri seseorang calon isteri adalah penentu hala tuju sesebuah rumah tangga. Ini kerana dengan agama yang bertapak kukuh dalam jiwanya, dia pasti akan taat kepada suaminya dalam semua perkara yang tidak bertentangan dengan perintah Allah dan tidak mendatangkan mudarat kepadanya.

Isteri solehah juga akan bersifat amanah terhadap harta benda suaminya, di samping menjaga maruahnya. Ketika ketiadaan suaminya, seorang isteri solehah memelihara dirinya dan maruahnya seperti tidak boleh keluar rumah tanpa izinnya, tidak boleh menerima tetamu yang tidak dikenali dan sebagainya.

Ketaatan dan sifat beramanah seorang isteri solehah ini banyak dijelaskan oleh firman Allah yang bermaksud: “… perempuan yang solehah mestilah taat dan memelihara kehormatan dirinya ketika ketiadaan suaminya dengan perlindungan Allah…” (Surah an-Nisaa’, ayat 34)

Isteri solehah juga adalah isteri yang sentiasa menyempurnakan keperluan suaminya, di samping memelihara keredaannya pada setiap masa. Ini kerana keredaan suami menjadi anak kunci utama yang melayakkannya menjadi penghuni syurga penuh kenikmatan.

Apa yang paling penting ialah isteri solehah adalah pendidik dan pengasuh terbaik kepada anaknya, selain penyejuk hati ibu bapa, biarpun ibu bapanya sudah meninggal dunia, melalui sedekah doa dan amalan kepada kedua-dua orang tuanya.

Dengan agamanya itu, seseorang ibu akan mewariskan segala ilmu agamanya kepada anaknya agar mereka kelak akan menjadi anak soleh dan taat, bukan saja kepada ibu bapa, bahkan taat kepada Allah.

Pengetahuan agama dan nilai solehah inilah menjadi ramuan terbaik yang boleh melenturkan peribadi anak, perhiasan akhlak terpuji, mengisi minda dan hati anak dengan keimanan dan ketakwaan serta membimbing kehidupan ke arah keredaan Ilahi.

Sesungguhnya, fungsi seorang wanita yang bertindak sekali gus sebagai isteri dan ibu solehah dalam sesebuah institusi keluarga, begitu besar.

Justeru, Allah menganugerahkan ganjaran syurga bagi wanita solehah yang beriman dan benar-benar melaksanakan tanggungjawabnya sebagai seorang isteri dan ibu dalam kehidupan sehariannya.

Sabda Rasulullah yang bermaksud: “Sebaik-baik wanita itu ialah wanita yang melahirkan anak, yang penyayang; yang memelihara kehormatannya; yang mulia pada kaca mata ahli keluarganya; yang menghormati suaminya; menghiaskan dirinya hanya untuk suaminya tercinta; memelihara diri daripada pandangan orang lain; yang mendengar kata-kata suaminya dan mentaati segala perintahnya.

“Apabila bersama suaminya, dia memberikan apa saja yang diperlukan suaminya dan dia tidak pula menolak ajakannya; serta tidak merendah-rendahkan atau menghina kedudukan suaminya di hadapan orang lain.” (Riwayat Al Tausi).

KISAH MUS'AB BIN UMAIR..

Sesungguhnya contohilah Para Nabi dan Sahabat-sahabatnya......


KISAH MUS'AB BIN UMAIR..


MUS’AB BIN UMAIR : Pemuda Dakwah

Mus’ab bin Umair adalah sahabat Rasulullah S.A.W. yang sangat berjasa dan menjadi teladan kepada umat Islam sepanjang zaman. Sebelum memeluk Islam, dia berperawakan lemah lembut, suka berpakaian kemas, mahal dan indah. Malah dia selalu bersaing dengan kawan-kawannya untuk berpakaian sedemikian. Keadaan dirinya yang mewah dan rupanya yang kacak menyebabkan Mus’ab menjadi kegilaan gadis di Makkah. Mereka sentiasa berangan-angan untuk menjadi isterinya.


Mus’ab sebenarnya adalah anak yang paling disayangi ibunya berbanding adik beradiknya yang lain. Apa sahaja permintaannya tidak pernah ditolak. Oleh itu tidaklah menghairankan apabila ibunya begitu marah selepas mendapat tahu Mus’ab telah menganut Islam. Ibunya telah mengurung dan menyeksa Mus’ab selama beberapa hari dengan harapan dia akan meninggalkan Islam. Bagaimanapun tindakan itu tidak sedikit pun melemahkan keyakinannya. Pujukan dan ancaman ibunya tidak berkesan. Mereka sudah habis ikhtiar lalu membebaskannya buat sementara.Tindakan ibunya tidak sedikit pun menimbulkan rasa takut pada Mus’ab, sebaliknya dia tidak jemu-jemu memujuk ibunya memeluk Islam kerana kasih pada ibunya. Mus’ab membuat pelbagai ikhtiar tetapi semua tindakannya hanya menambahkan lagi kemarahan dan kebencian ibunya.Pada suatu hari Mus’ab melihat ibunya dalam keadaan pucat lesu. Dia pun bertanyakan sebabnya. Kata ibunya, dia telah berniat di hadapan berhala bahawa dia tidak akan makan dan minum sehingga Mus’ab meninggalkan Islamnya. Cuba bayangkan bagaimana jika anda berada di tempat Mus’ab ketika itu, berhadapan dengan ibu yang hanya hampir tinggal nyawa ikan? Apakah jawapan anda? Tergamakkah anda membiarkannya terlantar begitu? Atau apakah ada jawapan lain yang lebih menggembirakan? Dengarlah jawapan Mus’ab kepada ibunya: “Andaikata ibu mempunyai seratus nyawa sekalipun, dan nyawa ibu keluar satu demi satu, nescaya saya tetap tidak akan meninggalkan Islam sama sekali”.Apa lagi, lemahlah siibu mendengar jawapan sianak. Dengan jawapan tersebut juga, Mus’ab dihalau daripada rumah ibunya. Tinggallah Mus’ab bersama-sama Rasulullah dan sahabat-sahabat yang sangat daif ketika itu. Untuk meneruskan kehidupannya, Mus’ab berusaha sendiri bekerja mencari nafkah dengan menjual kayu api. Apabila sampai berita ini kepada ibunya, dia merasa amat marah dan malu kerana kebangsawanannya telah dicemari oleh sikap Mus’ab. Adik-beradik Mus’ab juga sering menemui dan memujuknya supaya kembali menyembah berhala. Tetapi Mus’ab tetap mempertahankan keimanannya.Sewaktu ancaman dan seksaan kaum Quraisy ke atas kaum Muslim menjadi-jadi,Rasulullah telah mengarahkan supaya sebahagian sahabat berhijrah ke Habysah. Mus’ab turut bersama-sama rombongan tersebut. Sekembalinya dari Habsyah, keadaan beliau semakin berubah. Kurus kering dan berpakaian compang-camping lantaran penyiksaan Quraisy ke atasnya. Keadaan itu menimbulkan rasa sedih di dalam hati Rasulullah. Kata-kata Rasulullah mengenai Mus’ab sering disebut-sebut oleh sahabat:“Segala puji bagi bagi Allah yang telah menukar dunia dengan penduduknya. Sesungguhnya dahulu saya melihat Mus’ab seorang pemuda yang hidup mewah ditengah-tengah ayah bondanya yang kaya raya. Kemudian dia meninggalkan itusemua kerana cinta kepada Allah dan Rasul-Nya”.Apabila ibu Mus’ab mendapat tahu mengenai kepulangannya, dia memujuk anaknya supaya kembali kepada berhala. Dia mengutuskan adik Mus’ab yang bernama Al-Rum untuk memujuknya. Namun Mus’ab tetap dengan pendiriannya. Bagaimanapun tanpa pengetahuan ibunya, Al-Rum juga sudah memeluk Islam tetapi dia merahsiakannya. Mus’ab, adalah orang pertama diutus oleh Nabi ke Madinah untuk berdakwah. Hasil dakwahnya, pada tahun tersebut 12 orang Madinah Masuk Islam dan bertemu dengan Nabi di Musim Haji untuk mengikat janji setia dengan Nabi(Perjanjian A’qabah 1). Pada tahun berikutnya 70 lagi orang Madinah masuk Islam dan datang ke Mekah di musim Haji untuk berjanji setia dengan Nabi(Perjanjian A’qabah 2).Kejayaan cemerlangnya inilah, pembuka jalankepada Nabi dan para sahabat untuk berhijrah ke Madinah.Sewaktu berlaku peperangan Uhud, Mus’ab ditugaskan memegang bendera-bendera Islam. Peringkat kedua peperangan telah menyebabkan kekalahan di pihak tentera Muslimin. Tetapi Mus’ab tetap tidak berganjak dari tempatnya dan menyeru: Muhammad adalah Rasul, dan sebelumnya telah banyak diutuskan rasul.Ketika itu, seorang tentera berkuda Quraisy, Ibn Qamiah menyerbu ke arah Mus’ab dan menetak tangan kanannya yang memegang bendera Islam. Mus’ab menyambut bendera itu dengan tangan kirinya sambil mengulang-ulang laungan tadi. Laungan itu menyebabkan Ibn Qamiah bertambah marah dan menetak tangan kirinya pula. Mus’ab terus menyambut dan memeluk bendera itu dengan kedua-dua lengannya yang kudung. Akhirnya Ibn Qamiah menikamnya dengan tombak. Maka gugurlah Mus’ab sebagai syuhada’ Uhud.Al-Rum, Amir ibn Rabiah dan Suwaibit ibn Sad telah berusaha mendapatkan bendera tersebut daripada jatuh ke bumi. Al- Rum telah berjaya merebutnya dan menyaksikan sendiri syahidnya Mus’ab. Al- Rum tidak dapat lagi menahan kesedihan melihat kesyahidan abangnya. Tangisannya memenuhi sekitar bukit Uhud. Ketika hendak dikafankan, tidak ada kain yang mencukupi untuk menutup jenazahnya. Keadaan itu menyebabkan Rasulullah tidak dapat menahan kesedihan hingga bercucuran air mata baginda. Keadaannya digambarkan dengan kata-kata yang sangat masyhur:Apabila ditarik kainnya ke atas, bahagian kakinya terbuka. Apabila ditarik kainnya ke bawah, kepalanya terbuka. Akhirnya, kain itu digunakan untuk menutup bahagian kepalanya dan kakinya ditutup dengan daun-daun kayu.Demikian kisah kekuatan peribadi seorang hamba Allah dalam mempertahankankebenaran dan kesucian Islam. Beliau jugalah merupakan pemuda dakwah yangpertama mengetuk setiap pintu rumah di Madinah sebelum berlakunya hijrah.Kisahnya mempamerkan usaha dan pengorbanannya yang tinggi untuk menegakkan kebenaran. Semua itu adalah hasil proses tarbiyah yang dilaksanakan oleh Rasulullah.



Mus’ab telah menjadi saksi kepada kita akan ketegasan mempertahankan aqidah yang tidak berbelah bagi terhadap Islam sekalipun teruji antara kasih sayang kepada ibunya dengan keimanan. Mus’ab lebih mengutamakan kehidupan Islam yang serba sederhana berbanding darjat dan kehidupan serba mewah. Dia telah menghabiskan umurnya untuk Islam, meninggalkan kehebatan dunia, berhijrah zahir dan batin untuk mengambil kehebatan ukhrawi yang sejati sebagai bekalan akhirat.

Saturday, October 8, 2011

Jadual Peperiksaan Diploma Al-Syariah Tahun 2 2011/2012

9 Oktober 2011:


  • Al-Quran (Dewan A)
11 Oktober 2011:

  • Usul Fiqh 1 ( Dewan A)
12 Oktober 2011:

  • Penulisan & Kewartawanan ( Dewan B )
13 Oktober 2011:

  • Pengajian Malaysia ( Dewan A )
16 Oktober 2011:

  • Bahasa Inggeris ( Dewan B)
17 Oktober 2011:

  • Bahasa Arab ( Dewan B )
19 Oktober 2011:

  • Tarikh Islamiy ( Dewan B)

Semoga Imtihan Nie Sy dapat buat yang terbaik...InsyAllah....Doakan kepada semua sahabat dan sahabiah seperjuangan.....

Salam Imtihan Kepada Semua Mahasiswa/wi

8/10/2011 - Sabtu

   Alam peperiksaan tidak lama lagi akan menyerang mahasiswa/wi kias iaitu pada 9/10/2011 - 19/10/2011. Oleh itu di doakan agar semua mahasiswa/wi dapat menjawab soalan dengan baik dan agar mendapat kejayaan. Sama-samalah kita mengerah segala tenaga untuk berusaha buat yang terbaik dalam peperiksaan. InsyAllah bittaufik wal najah.....

Thursday, October 6, 2011

8 Pembohongan Ibu Kepadaku...

Cerita Tauladan Untuk Mahasiswa/wi di Luar Sana

Memang sukar untuk org lain percaya, tapi itulah yang berlaku, ibu saya memang seorang pembohong!
Sepanjang ingatan saya, sekurang-kurangnya 8 kali ibu membohongi saya.
Saya perlu catatkan segala pembohongan itu untuk menjadi renungan dan panduan anda semua.
Ambillah iktibar daripadanya dan hayatilah sebaiknya kerana itulah ibuku!
01.PEMBOHONGAN IBU YANG PERTAMA - Cerita ini bermula ketika saya masih kecil. Saya lahir sebagai seorang anak lelaki dalam sebuah keluarga yang miskin.
Makan minum serba kekurangan. Kami sering kelaparan.
Ada kalanya selama beberapa hari kami terpaksa makan berlaukkan seekor ikan masin dikongsi 1 keluarga.
Sebagai anak yang masih kecil, saya sering saja merungut. Saya menangis mahukan nasi dan lauk yang banyak. Tapi mak cepat memujuk.
Ketika makan, mak sering memberikan bahagian nasinya untuk saya.
Sambil memindahkan nasi ke mangkuk saya, mak berkata: "Makanlah nak, mak tak lapar.".
02.PEMBOHONGAN IBU YANG KEDUA - Ketika saya mulai besar, mak yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di tali air berhampiran rumah.
Mak berharap dari ikan hasil pancingan itu dapat memberikan sedikit makanan untuk pembesaran kami adik-beradik.
Pulang memancing, mak memasak gulai ikan yang segar dan mengundang selera.
Sewaktu saya memakan gulai ikan itu, mak duduk di samping kami dan memakan sisa daging ikan yang menempel di tulang daripada bekas sisa ikan yang saya makan tadi.
Saya sedih melihat mak seperti itu.
Hati saya tersentuh, lalu dengan menggunakan sudu, saya memberikan ikan itu kepada mak. Tetapi mak dengan cepat menolaknya. Mak berkata: "Makanlah nak, mak tak suka makan ikan."
03.PEMBOHONGAN IBU YANG KETIGA - Di usia awal remaja, saya masuk sekolah menengah. Mak pergi ke kedai dengan membawa sejumlah penyapu lidi dan kuih-muih untuk menyara persekolahan saya, abang dan kakak.
Suatu dinihari, lebih kurang 1.30 pagi, saya terjaga dari tidur.
Saya melihat mak sedang membuat kuih bertemankan sebuah pelita di hadapannya. Beberapa kali saya lihat kepala mak terhangguk kerana terlalu mengantuk.
Saya berkata: "Mak, tidurlah, esok pagi mak kena pergi kebun pula." Mak tersenyum dan berkata: "Cepatlah tidur nak, mak belum mengantuk lagi."
04.PEMBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT - Di hujung musim persekolahan, mak meminta cuti kerja supaya dapat menemani saya pergi ke sekolah untuk menduduki peperiksaan penting.
Ketika hari sudah siang, terik panas matahari mulai menyinari, mak terus sabar menunggu saya di luar dewan.
Mak sering kali saja tersenyum dan mulutnya terkumat-kamit berdoa kepada Ilahi agar saya lulus ujian peperiksaan ini dengan cemerlang.
Ketika lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, mak dengan segera menyambut saya dan menuangkan kopi yang sudah disiapkan dalam botol yang dibawanya.
Kopi yang kental itu tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang mak yang jauh lebih kental.
Melihat tubuh mak yang dibasahi peluh, saya segera memberikan cawan saya itu untuk mak dan menyuruhnya minum.
Tapi mak cepat-cepat menolaknya dan berkata: "Minumlah nak, mak tak haus."
05.PEMBOHONGAN IBU YANG KELIMA - Setelah pemergian ayah kerana sakit, iaitu selepas adik saya baru beberapa bulan dilahirkan, maklah yang mengambil tugas sebagai ayah kepada kami sekeluarga.
Mak bekerja mengambil upah di kebun, membuat penyapu lidi dan berjual kuih-muih agar kami tidak kelaparan.
Tapi apalah sangat kudrat seorang ibu. Kehidupan keluarga kami semakin susah dan susah.
Melihat keadaan keluarga yang semakin parah, seorang pakcik yang baik hati dan tinggal berjiran dengan kami, datang membantu mak.
Anehnya, mak menolak bantuan itu.
Jiran-jiran sering menasihati mak supaya menikah lagi agar ada seorang lelaki yang akan menjaga mak dan mencarikan wang untuk kami sekeluarga.
Tetapi mak yang memang keras hatinya tidak mengendahkan nasihat mereka.
Mak berkata: "Saya tidak perlukan cinta, saya tidak perlukan lelaki."
06.PEMBOHONGAN IBU YANG KEENAM - Setelah kakak dan abang habis belajar dan mulai bekerja, mak sudah pun tua.
Kakak dan abang menyuruh mak supaya berehat saja di rumah. Tidak payahlah lagi bersusah payah dan bersengkang mata untuk mencari duit, tetapi mak tidak mahu.
Mak rela pergi pasar setiap pagi menjual sedikit sayur untuk memenuhi kekperluan hidupnya.
Kakak dan abang yang bekerja jauh di kota besar sering mengirimkan wang untuk membantu memenuhi keperluan mak, pun begitu mak tetap berkeras tidak mahu menerima wang tersebut.
Malahan mak mengirim balik wang itu, dan mak berkata: "Jangan susah-susah, mak ada duit."
07.PEMBOHONGAN IBU YANG KETUJUH - Setelah tamat pengajian di universiti, saya melanjutkan pelajaran ke peringkat sarjana di luar negara.
Pengajian saya di sana dibiayai sepenuhnya oleh sebuah syarikat besar.
Sarjana itu saya sudahi dengan cemerlang, kemudian saya pun bekerja dengan syarikat yang telah membiayai pengajian saya, juga di luar negara.
Dengan gaji yang agak lumayan, saya berhajat membawa mak untuk menikmati penghujung hidupnya di luar negara.
Pada pandangan saya, mak sudah puas bersusah payah untuk kami.
Hampir seluruh hidupnya habis dengan penderitaan, eloklah kalau hari-hari tuanya ini mak habiskan dengan keceriaan dan keindahan pula.
Tetapi ibu yang baik hati, menolak ajakan saya.
Mak tidak mahu menyusahkan anaknya ini dengan berkata: "Tak payahlah, mak tak biasa tinggal di negara orang."
08.PEMBOHONGAN IBU YANG KELAPAN - Beberapa tahun berlalu, mak semakin tua. Suatu malam saya menerima berita mak diserang penyakit kanser.
Mak mesti dibedah secepat mungkin. Saya menjenguk ibunda tercinta.
Saya melihat mak terbaring lemah di katil hospital setelah menjalani pembedahan.
Mak yang kelihatan sangat tua, menatap wajah saya dengan penuh kerinduan.
Mak menghadiahkan saya sebuah senyuman biarpun agak kaku kerana terpakas menahan sakit yang menjalari setiap inci tubuhnya.
Saya dapat melihat dengan jelas betapa penyakit itu telah memamah tubuh ibu sehingga mak menjadi terlalu lemah dan kurus.
Saya menatap wajah mak sambil berlinangan air mata.
Saya cium tangan mak, kemudian saya kucup pula pipi dan dahinya.
Di saat itu hati saya terlalu pedih, sakit sekali melihat mak dalam keadaan seperti ini.
Tetapi mak tetap tersenyum dan berkata-kata: "Jangan menangis nak, mak tak sakit."
Setelah mengucapkan pembohongan yang kelapan itu, ibunda tercinta menutup matanya untuk kali terakhir kali.
Anda bertuah kerana masih mempunyai ibu dan ayah. Anda boleh memeluk dan menciumnya.
Kalau ibu anda jauh dari mata, anda boleh menelefonnya sekarang, dan berkata: MAK, SAYA SAYANGKAN MAK!
Tapi tidak saya. Sehingga kini saya diburu rasa bersalah yang amat sangat kerana biarpun mengasihi mak lebih dari segala-galanya, tapi tidak pernah sekalipun saya membisikkan kata-kata itu ke telinga mak, sampailah saat mak menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Mak, maafkan saya. SAYA SAYANGKAN MAK...!!!

Wednesday, October 5, 2011

Salam Imtihan Kepada Semua Mahasiswa/wi


Belajar Untuk Belajar
-Jangan Takut Pada Peperiksaan
-Semua Orang Perlu Menduduki Peperiksaan
-Sebenarnya, Kejayaan Dalam Peperiksaan Bergantung Kepada Rajin Dan Cara Belajar.
Kenal Pasti Cara Belajar
-Anda Perlu Memilih Masa Untuk Belajar@Mengulangkaji
-Berikan Tumpuan Kepada Semua Mata Pelajaran
-Disiplin Diri Anda, Lawan Kehendak Yang Negatif.

Teknik Belajar
-Jika Di Amalkan Secara Disiplin Akan Menjadikan Anda Seorang Pelajar Yang Bertanggung Jawab.
-Jika Anda Dapat Merancang Teknik Belajar Yang Berkesan Ia Akan Menghasilkan Sesuatu Yang Positif.
Sikap Di Dalam Kelas
-Pelajar Yang Berjaya,Adalah Mereka Yang Berkelakuan Baik Di Dalam Kelas, Terutama Semasa Cikgu Mengajar.
-Mereka Memberi Tumpuan Dan Tidak Menjadi Virus Kepada Orang Lain.
Masa Dalam Kelas Sangat Penting
-Tumpukan Sepenuh Perhatian Kepada Penerangan Guru.
-Sekiranya Guru Membuka Perbincangan Dalam Kelas, Ambil Bahagian.
-Kemukakan Masalah Terhadap Apa Yang Anda Tidak Faham
Buat Persediaan Sebelum Masuk Ke Kelas
-Baca Buku Sebelah Malam,Kerana Ia Akan Memudahkan Anda Memahami Apa Yang Di Terangkan Oleh Guru.
-Baca Bahan Bacaan Tambahan,Seperti Majalah Atau Bahan Dari Internet.
Bina Keyakinan Diri Semasa Didalam Kelas
-Kenalkan Diri Anda Dengan Guru
-Bersedia Untuk Mempelajari Sesuatu Subjek Itu.
-Jangan Lupa Bawa Buku Teks
-Bawa Buku Catatan Semasa Di Dalam Kelas.
-Buat Semua Tugasan Yang Di Berikan Oleh Guru Anda
Mendengar Secara Berkesan
-Mendengar Dan Memberi Perhatian Memudahkan Anda Mengingat Kembali Apabila Membuat Ulangkaji.
-Fokus Kepada Apa Yang Di Sampaikan Oleh Guru Anda
-Jangan Berangan-Angan Dalam Kelas.
Belajar Merancang Masa
-Jangan Pilih Mata Pelajaran Yang Di Gemari Sahaja.
-Jangan Habiskan Waktu Dengan Menonton Televisyen.
-Buat Jadual Belajar Yang Padan Dengan Kemampuan Anda.
Buat Jadual Waktu Belajar
-Cuba Kenalpasti Pelajaran Apa Yang Anda Lemah.
-Pastikan Setiap Hari Anda Belajar, Sekurang-Kurangnya Satu Jam Untuk Setiap Pelajaran. Dan Dalam Masa Seminggu Semua Anda Telah Pelajari/Buat Latihan
Bosan,Bosan Apa Ubat Nya
-Cuba Tanya Diri Anda, Mengapa Sering Rasa Bosan.
-Lawan Diri Anda Atasi Bosan.
-Jika Ada Masalah Peribadi Cepat-Cepat Selesaikan.
-Tanya Mengapa Anda Perlu Belajar.Untuk Motivasikan Diri Anda.
Strategi Ulangkaji
-Mulakan Ulangkaji Awal-Awal Lagi.
-Punca Malas Belajar Kerana Kita Tidak Faham
-Baca Berulang Kali, Baca Semua Buku Dan Baca Nota.
-Bincang Dengan Rakan-Rakan
Teknik Membaca
-Berlatih Baca Dengan Pantas, Supaya Anda Boleh Baca Berulang Kali.
-Catatkan Masa Yang Anda Ambil Untuk Membaca Sesuatu Topik.
Buat Nota Dengan Baik
-Buat Nota Atau Ambil Nota Di Dalam Kelas Secara Teratur.
-Tulis Nota Anda Supaya, Anda Minat Untuk Membacanya.
-Gunakan Pen Penanda Untuk Ayat Dan Perkataan Penting.
-Buat Nota Berasaskan Tajuk Dan Rajah Untuk Mudah Faham.
Manfaatkan Bahan Rujukan
-Gunakan Bahan Rujukan Lain Untuk Membantu Kefahaman Anda,Gunakan Kamus,Ensiklopedia Sains,Tata Bahasa Dewan, Ensiklopedia Britannica.
-Kamus Inggeris-Melayu Dewan
Persediaan Pada Hari Peperiksaan
-Buat Ulangkaji Sepintas Lalu, Sentuh Semua Tajuk.
-Tumpukan Perhatian Pada Proses Ulangkaji
-Jangan Fikir Lagi Perkara Lain Yang Anda Tidak Faham.
-Tidur Dengan Cukup
Menjelang Hari Peperiksaan
-Pastikan Jadual Peperiksaan Ada Dan Lihat Jadual Dengan Betul.
-Bentuk Kumpulan Untuk Buat Ulangkaji Secara Berkesan.
-Pastikan Anda Tiba Awal
-Elakkan Dari Berbual Kosong
-Pastikan Semua Keperluan Cukup
Persediaan Emosi
-Elakkan Perselisihan Faham Dengan Rakan
-Menjaga Hati Ibu Bapa
-Tidak Bercinta
-Terlalu Yakin
-Prasangka Negatif Kepada Orang Lain
Persediaan Fizikal
-Mengutamakan Kesihatan Badan
– Tidak Tidur Larut Malam
– Menjaga Keselamatan Diri
– Makan Makanan Secukupnya
– Riadah Yang Ringan,Sekitar 20minit Sehari
Persediaan Mental
-Jangan Menyerah Kalah,Cepat Berputus Asa
-Tiada Gambaran Yang Negatif, Jangan Fikirkan Yang Bukan-Bukan
-Berfikiran Positif, Tidak Bimbang Keterlaluan
Strategi Cemerlang Peperiksaan -1
-Mulai Sekarang Bersedia Untuk Belajar
-Buat Jadual Belajar Untuk Peperiksaan
-Mengingati Tajuk
-Buat Nota
Strategi Cemerlang Peperiksaan -2
-Latih Diri Anda Untuk Peperiksaan
-Latih Mengeluarkan Maklumat Dengan Banyak, Cepat Dan Tepat
-Latih Dalam Tempuh Masa Yang Ditentukan
- Mencari Sebab Tidak Tahu
Mengatasi Persoalan Seperti
-Saya Tidak Tahu Dimana Patut Bermula
-Terlalu Banya Untuk Dibaca Sedangkan Peperiksaan Makin Hampir
-Subjek Ini Cukup Membosankan
-Anda Baca Dan Faham, Tapi Tak Mampu Ingat
Persoalan - 2
-Anda Rasa Anda Faham Apa Yang Dibaca. Anda Rasa Anda Telah Mengingatinya
-Terlalu Banyak Untuk Dihafal
-Tadi Anda Masih Ingat Tetapi Kenapa Kini Anda Lupa
-Anda Suka Belajar Disaat-Saat Akhir
Masa Depan Yang Cerah
-Pelajar Yang Berjaya Akan Mempunyai Masa Hadapan Yang Lebih Baik.
-Kehidupan Yang Lebih Baik.
Kata Hikmat
-Keadaan Hidup Saya Tidak Akan Berubah Sekiranya Saya Tidak Berubah
-Jika Anda Gagal Merancang,Anda Merancang Untuk Gagal.Jadi,Rancanglah Kerja Anda Dan Laksanakan Rancangan Itu.
Kata Bestari
-Minda Kita Adalah Seperti Payung Terjun.Ia Hanya Berfungsi Sekiranya Ia Terbuka.